Home Artikel Umum Makna, Keutamaan, dan Amalan Bulan Muharram

Makna, Keutamaan, dan Amalan Bulan Muharram

0
37

Bulan Muharam merupakan bulan keberkahan dan rahmat karena bermula dari bulan inilah berlakunya segala kejadian alam ini. Bulan Muharam juga merupakan bulan yang penuh sejarah, di mana banyak peristiwa yang berlaku untuk menunjukkan kekuasaan dan kasih sayang Allah kepada makhluk-nya. Pada bulan ini juga, Allah mengaruniakan mujizat kepada Nabi-Nabi-Nya sebagai penghormatan kepada mereka dan juga limpahan karunianya yang terbesar yaitu ampunan dan keridhaan bagi hambaNya. Sebagai tanda kesyukuran kepadaNya, maka hamba-hambaNya mempersembahkan ibadah mereka (antara mereka dengan Allah) sebagai hadiah kepada Allah, namun dengan itu, masih belum dapat lagi membalas karunia Allah yang sungguh bernilai.

Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah yang digunakan oleh umat Islam. Nama “Muharram” berasal dari kata haram yang berarti sesuatu yang dimuliakan, dihormati, atau dijaga kesuciannya.

Sejak masa Arab sebelum Islam, Muharram telah dikenal sebagai bulan yang memiliki kehormatan khusus. Ketika Islam datang, kemuliaan tersebut tidak dihapuskan, melainkan ditegaskan kembali oleh Allah SWT. Karena itu, Muharram termasuk dalam kelompok asyhurul hurum atau empat bulan haram, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Allah SWT menyebutkan dalam Al-Qur’an bahwa terdapat empat bulan yang dimuliakan dalam satu tahun. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa dan memperbanyak amal saleh. Sebab, para ulama menjelaskan bahwa kemuliaan bulan-bulan haram menjadikan setiap kebaikan memiliki nilai yang lebih besar di sisi Allah SWT.

Oleh karena itu, Muharram tidak hanya menjadi penanda datangnya tahun baru Hijriyah, tetapi juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki diri.

Bulan Muharam merupakan satu-satunya bulan yang teristimewa karena banyak peristiwa yang bersejarah berlaku pada bulan ini disamping ganjaran pahala yang besar kepada sesiapa yang beribadah pada bulan ini sepertimana terdapat dalam satu hadist. “Sesiapa yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharam), maka Allah akan memberi kepadanya pahala sepuluh ribu malaikat dan juga akan diberi pahala sepuluh ribu orang berhaji dan berumrah dan sepuluh ribu orang mati syahid. Dan sesiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, maka Allah akan menaikkan dengan tiap anak rambut satu darjat. Sesiapa yang memberi buka puasa pada semua umat Muhammad saw dan mengenyangkan perut mereka.” Sahabat pun bertanya, “Ya Rasulullah, Allah telah melebihkan hari Asyura, dan menjadikan bukit dari lain-lain hari.” Jawab Rasulullah, “benar, Allah telah menjadikan langit dan bumi pada hari Asyura, dan menjadikan bukit-bukit pada hari Asyura dan menjadikan laut pada hari Asyura dan menjadikan Loh Mahfuz dan Qalam pada hari Asyura dan juga menjadikan Adam dan Hawa pada hari Asyura, dan menjadikan syurga dan neraka serta memasukkan Adam ke syurga pada hari Asyura, dan Allah menyelamatkannya dari api pada hari Asyura dan menyembuhkan dari bala pada Nabi Ayub.

Pada hari Asyura juga Allah memberi taubat kepada Adam dan diampunkan dosa Nabi Daud, juga kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman pada hari Asyura dan kiamat akan terjadi pada hari Asyura.” Maka pada hari itu ( 10 Muharam) Nabi Adam dan Nabi Nuh a.s berpuasa karena bersyukur kepada Allah karena hari itu merupakan hari taubat mereka diterima oleh Allah setelah beratus-ratus tahun lamanya memohom keampunan. Pada hari itu juga, hari pembebasan bagi orang-orang Islam yang telah sekian lama dikongkong oleh Firaun, di mana hari itu mereka diselamatkan dari kejahatan dan kezaliman Firaun yang selama ini mengancam agama dan menggugat iman mereka. Dengan tenggelamnya Firaun, Haman, Qarun dan istana mereka bererti berakhirlah sudah kezaliman musuh-musuh Allah buat masa itu. Terselamatlah tentera Nabi Musa dari musuh dengan mukjizat yang Allah berikan, maka mereka berpuasa karena kesyukuran yang tidak terhingga kepada Allah swt.

Pada 10 Muharam, tarikh berlabuhnya perahu Nabi Nuh a.s karena banjir yang melanda seluruh alam di mana hanya ada 40 keluarga termasuk manusia binatang sahaja yang terselamat dari banjir tersebut. Kita merupakan cucu-cicit antara 40 keluarga tadi. Ini merupakan penghormatan kepada Nabi Nuh a.s karena 40 keluarga ini sahaja yang terselamat dan dipilih oleh Allah. Selain dari itu, mereka adalah orang-orang yang INGKAR pada Nabi Nuh a.s.

Nabi Ibrahim dilahirkan pada 10 Muharam dan diangkat sebagai Khalilullah (kekasih Allah) dan juga hari di mana baginda diselamatkan dari api yang dinyalakan oleh Namrud. Nabi Ibrahim diberi penghormatan dengan Allah memerintahkan kepada api supaya menjadi sejuk dan tidak membakar Nabi Ibrahim. Maka terselamatlah Nabi Ibrahim dari angkara kekejaman Namrud. Pada 10 Muharam ini juga Allah menerima taubat Nabi Daud karena Nabi Daud merampas isteri orang walaupun bagainda sendiri sudah ada 99 orang isteri, masih lagi ingin isteri orang. Oleh karena Nabi Daud telah membuatkan si suami rasa kecil hati, maka Allah turunkan dua malaikat menyamar sebagai manusia untuk menegur dan menyindir atas perbuatan Nabi Daud itu. Dengan itu sedarlah Nabi Daud atas perbuatannya dan memohon ampun pada Allah. Sebagai penghormatan kepada Nabi Daud a.s maka Allah mengampunkan baginda pada 10 Muharam. Pada 10 Muharam ini juga, Allah mengangkat Nabi Isa ke langit, di mana Allah telah menukarkan Nabi Isa dengan Yahuza. Ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Isa daripada kekejaman kaum Bani Israil.

Allah juga telah menyelamatkan Nabi Musa pada 10 Muharam daripada kekejaman Firaun dengan mengurniakan mukjizat iaitu tongkat yang dapat menjadi ular besar yang memakan semua ular-ular ahli sihir dan menjadikan laut terbelah untuk dilalui oleh tentera Nabi Musa dan terkambus semula apabila dilalui oleh Firaun dan tenteranya. Maka tenggelamlah mereka di Laut Merah. Mukjizat yang dikurniakan Allah kepada Nabi Musa ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Musa a.s. Allah juga telah menenggelamkan Firaun, Haman dan Qarun serta kesemua harta-harta Qarun dalam bumi karena kezaliman mereka. 10 Muharam, merupakan berakhirnya kekejaman Firaun buat masa itu. Allah juga telah mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan setelah berada selama 40 hari di dalamnya. Allah telah memberikan hukuman secara tidak langsung kepada Nabi Yunus dengan cara ikan Nun menelannya. Dan pada 10 Muharam ini, Allah mengurniakan penghormatan kepada baginda dengan mengampun dan mengeluarkannya dari perut ikan Nun.

Allah juga telah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman a.s pada 10 Muharam sebagai penghormatan kepada baginda. Dengan itu, mereka berpuasa dan beribadah kepada Allah sebagai tanda kesyukuran kepada Allah swt. Nabi saw telah bersabda dengan maksudnya: “Saya dahulu telah menyuruh kamu berpuasa sebagai perintah wajib puasa Asyura, tetapi kini terserahlah kepada sesiapa yang suka berpuasa, maka dibolehkan berpuasa dan sesiapa yang tidak sukar boleh meninggalkannya.” Begitulah sabda Rasulullah di mana puasa pada hari Asyura ini sangat-sangat dituntut. Kalau tidak memberatkan umat baginda, maka diwajibkan. Oleh karena takut memberatkan umatnya, maka hukumnya adalah sunat.

Muharram mengajarkan bahwa setiap awal perjalanan harus dimulai dengan niat yang baik dan usaha untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Bulan ini juga mengingatkan umat Islam akan pentingnya menjaga kesucian hati, memperbanyak amal kebaikan, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Bagi setiap Muslim, Muharram bukan sekadar penanda datangnya tahun baru Hijriyah. Lebih dari itu, bulan ini merupakan kesempatan emas untuk membuka lembaran baru kehidupan dengan memperkuat iman, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang paling mulia dalam Islam. Sebagai bagian dari empat bulan haram, Muharram memiliki banyak keutamaan yang sayang untuk dilewatkan. Mulai dari anjuran memperbanyak puasa sunnah, keutamaan puasa Asyura, hingga momentum untuk memperbaiki diri di awal tahun Hijriyah.

Oleh karena itu, mari manfaatkan bulan Muharram tahun ini yang mana 1 Muharram 1448 H bertepatan tanggal 16 Juni 2026 M dengan memperbanyak ibadah, meningkatkan amal saleh, dan menjadikannya sebagai awal yang baik untuk menjalani kehidupan yang lebih dekat dengan Allah SWT.

 

error: Content is protected !!