Kairo- Sejumlah 250 mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo penerima beasiswa ASFA kader pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia mendapatkan nasehat dan pengarahan dari Ketua ASFA Foundation Komjen Pol (Purn) Dr. Syafrudin Kambo, Senin (7/8). Acara tersebut digelar di Aula Gedung Shaleh Kamel Al-Azhar, Mesir.

Dr. Syafruddin dalam nasehatnya mengingatkan kembali komitmennya untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan bonus demografi pada 2030 – 2045, letak geografis dan melimpahnya sumber daya alam dan komoditi. Namun, apabila tidak dikelola dan disiapkan dengan baik, maka bisa menjadi ancaman buruk bagi bangsa. Sehingga beliau merasa bahwa pembinaan generasi muda seperti para mahasiswa Al-Azhar ini menjadi sangat strategis dan berharap agar para alumni Al-Azhar dapat berkiprah dalam skala nasional dan global serta mengisi peran di berbagai sektor kehidupan.
“Yang saya lakukan ini (percepatan dan pengembangan SDM) adalah untuk membangun bangsa dan negara”, tegasnya.
Nasehat dan pengarahan juga disampaikan oleh Prof. Dr. Nabil As-Samaluthi, Guru Besar dan Wakil Sekjen Liga Perguruan Tinggi Islam se-Dunia yang bermarkaz di Universitas Al-Azhar Kairo. Ia menekankan bahwa misi alumni Al-Azhar diantaranya adalah memakmurkan dan membawa kesejahteraan serta perdamaian bagi umat manusia seluruhnya.
Dalam penjelasannya Anizar Masyhadi selaku Wakil Ketua Lazis ASFA menerangkan bahwa dari jumlah 250 yang mendapat beasiswa ASFA yang kuliah di mesir, 150-nya adalah kader pesantren modern sedangkan sisanya merupakan utusan dari pesantren salafiyah dan muhammadiyah. Ke 250 orang tersebut semuanya akan kembali ke pesantren atau lembaga pendidikan Islam setelah selesainya masa studi untuk melakukan pengabdian.
Beasiswa kader pondok ASFA Foundation atau Assalam Fil Alamin Foundation disalurkan lewat Lazis ASFA merupakan beasiswa yang diberikan khusus bagi utusan atau kader pondok yang akan kuliah baik didalam ataupun luar negeri. Beasiswa ASFA Foundation merupakan beasiswa dalam rangka percepatan sumber daya manusia dipesantren.

Ketua Dewan Pengawas Syariah Lazis ASFA KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D (pimpinan pondok pesantren Tazakka Batang) menegaskan bahwa salah satu fokus perhatian dan komitmen Lazis ASFA adalah mendorong pesantren dari sisi penguatan kaderisasi sumber daya manusia di berbagai bidang. Karenanya, Lazis ASFA meluncurkan program beasiswa untuk para kader pesantren di berbagai strata (S1, S2 & S3) di semua bidang di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, pesantren adalah kantong kaderisasi bangsa yang strategis, tempat bersemainya para santri yang kelak akan menjadi calon pemimpin masa depan.
An Nur sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pesantren juga mempunyai kesempatan mengirim santri-santrinya, yang telah menyelesaikan jenjang studi MA dan merupakan kader pondok, untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

“Membangun Santri, Membangun Indonesia bersama Ponpes An-Nur”

















