Rabu, Oktober 14, 2026
BerandaArtikel UmumSeni Grafis Cetak Tinggi (Teknik Cukil/Relief) Media Karet Lino

Seni Grafis Cetak Tinggi (Teknik Cukil/Relief) Media Karet Lino

Seni grafis cetak tinggi merupakan seni grafis yang menggunakan klise/acuan/alat cetak yang akan menghasilkan gambar dari bagian yang menoinjol. Apa bila alat cetak dioles dengan tinta, bagian yang menonjol itu akan menerima tinta. Jika klise/alat cetak itu ditempelkan pada kertas kemudian diangkat, maka tampaklah gambar pada kertas.

Stempel merupakan salah satu alat untuk mencetak gambar atau tulisan dengan teknik cetak tinggi. Cetak tinggi disini dengan memanfaatkan benyuk/permukaan yang paling tinggi dapat kita lihat adanya gambar atau tulisan yang timbul yang nantinya akan menghasilkan suatu gambar atau tulisan pada benda yang diberi warna.

Pada tahap pembuatan seni grafis cetak tinggi kali ini kita akan menggunakan media cetak berupa karet Lino. Proses kerja yang dimaksud, terdiri dari 3 (tiga) tahap, dimulai dari pembuatan sketsa gambar di atas kertas transparan atau kertas kalkir, maupun pembuatan rancangan modul gambar langsung pada plat atau acuan cetak, kemudian proses cukil dan yang terakhir adalah proses cetak. Langkah-langkahnya adalah:

1. Tahap awal yang harus dikerjakan adalah pembuatan rancangan gambar, yang biasa disebut sketsa atau gambar acuan. Proses menggambar dapat dilakukan di atas kertas transparan atau kalkir terlebih dahulu, baru direkatkan pada karet Lino, ataupun langsung digambar padakaret Lino. Teknik menggambar dapat dilakukan secara manual, menggunakan pensil atau dermatograph putih, atau berupa hasil print-out komputer, baru kemudian dijiplak atau ditempelkan pada karet Lino yang diinginkan.

2. Setelah selesai membuat gambar acuan, dapat dilanjutkan dengan proses cukil. Namun jika pembuatan sketsa gambar dilakukan di atas kertas transparan atau kertas kalkir, maka kertas tersebut harus direkatkan terlebih dahulu ke karet Lino yang akan dicukil. Material yang digunakan untuk mencukil adalah pisau cukil. Teknik mencukil ini hendaknya memperhatikan arah serat karet Lino, harap berhati-hati dikarenakan kondisi mata pisau cukilnya tajam. Mata pisau yang tajam akan membuat bekas cukilan menjadi bersih dan jelas. Bagian yang tidak akan dicetak atau tidak digunakan untuk menghantarkan tinta (bagian negatif) akan dicukil dengan menggunakan pisau cukil, sedangkan bagian yang akan dicetak (bagian positif) akan tetap sejajar dengan permukaan karet Lino.

3. Setelah selesai dicukil, maka karet Lino terlihat memiliki permukaan yang dalam seperti relief. Sebelum memulai proses cetak, karet Lino diberi garis batas dengan menggunakan pensil, fungsinya agar proses cetak akurat.

4. Selanjutnya proses cetak dapat dimulai. Pertama-tama ambil tinta secukupnya dengan alat bantu yang dinamakan kape. Letakkan tinta tersebut di atas permukaan kaca yang berfungsi sebagai landasan untuk mengolah tinta.

5. Kemudian ratakan tinta tersebut untuk diproses dengan menggunakan rol karet.

6. Setelah tinta selesai diproses, pindahkan tinta tersebut pada permukaan karet Lino yang akan dicetak dengan bantuan rol karet. Pastikan tinta tersebut merata ke seluruh permukaan karet Lino.

7. Apabila tinta telah merata ke seluruh permukaan karet Lino yang timbul, maka proses cetak dapat mulai dikerjakan. Letakkan karet Lino di atas selembar kertas yang bersih yang berfungsi sebagai alas kerja. Kemudian tempelkan kertas yang akan dicetak di atas karet Lino.

8. Proses cetak karet Lino ke kertas dengan menggunakan etching machine, hand press. Namun apabila tidak mempunyai salah satu dari alat tersebut, ada cara yang lebih sederhana lagi yaitu digosok dengan sendok, atau bahkan hanya diratakan dengan tangan saja. Pastikan sendok tersebut digosok merata ke seluruh permukaan kertas, sehingga diperoleh hasil cetak yang maksimal. Apabila kurang kurang merata, hasil akan menjadi kurang jelas dan kurang tajam. Setelah selesai dicetak, hasilnya dapat digantungkan sehingga cepat kering atau hanya dengan didiamkan saja untuk sementara waktu.

9. Setelah mencetak, agar karet Lino tersebut dapat digunakan kembali untuk mencetak di lain waktu, segera cuci plat tersebut dengan air dan minyak tanah untuk menghilangkan gumpalan-gumpalan tinta yang menempel di sela-sela permukaan karet Lino.

10. Apabila dalam proses cetak terdapat hambatan, misalnya hasil cetak lama-lama kurang jelas dan kurang tajam, mungkin ada gumpalan tinta yang membuat karet Lino tersumbat. Jadi lakukan pembersihan karet Lino terlebih dahulu dengan air dan minyak tanah. Setelah karet Lino tersebut kering, proses cetak dapat dilanjutkan.
RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!