Ayo Tiup Peluitnya!
Apakah Bunyi Itu? Mengapa ada bunyi yang lemah dan ada bunyi yang keras? Apakah penyebabnya?
Bunyi adalah sebuah getaran yang ada di udara. Semua benda yang bergetar akan menghasilkan bunyi, dan bunyi merupakan gelombang longitudinal.
Medium apakah yang menjadi perantara bunyi?
Untuk dapat memahami lebih baik tentang bunyi, Siswa-siswi SMP An Nur Ungaran Kelas 8 melakukan Aktivitas membuat peluit dari sedotan dengan berbagai macam variasi panjangnya dengan penuh semangat.
Pada pertemuan sebelumnya, seluruh siswa diminta mencari sedotan sebanyak 2 buah, baik sedotan baru maupun sedotan bekas minuman dingin yang dibeli di koperasi sekolah. Seluruh siswa dihimbau untuk memotong sedotan menjadi 3 bagian dengan panjang yang
berbeda-beda (5 cm, 10 cm, dan 15 cm). Pada setiap potongan, digunting salah satu ujungnya hingga membentuk segitiga. Kemudian ujung sedotan yang berbentuk segitiga tersebut diekan-tekan lalu ditiup.
Berikut cuplikan kegiatan siswa SMP An Nur Ungaran dalam membuat peluit dari sedotan untuk memahami konsep Gelombang Bunyi :
Mereka membandingkan hasil yang telah mereka lakukan dengan hasil teman yang lain. Ada peluit dari mereka yang menghasilkan bunyi yang aneh karena tiupannya, hingga menimbulkan tawa satu kelas. Ada juga yang frustasi karena peluitnya tidak berbunyi, sehingga minta bantuan teman lainnya. Ada pula yang merasa sangat bahagia, karena bisa membuat peluit dengan cepat.
Mereka pun membandingkan hasil kegiatannya dengan 3 variasi panjang sedotan yang berbeda, lalu menjawab lembar kerja yang telah disediakan.
Apakah pluit sedotan buatan kamu menghasilkan bunyi?
Apa yang menyebabkan munculnya bunyi tersebut?
Apakah terdapat perbedaan bunyi pada ketiga panjang potongan sedotan?
Nada suatu suara sesuai dengan frekuensi gelombang suara. Semakin tinggi frekuensinya, semakin tinggi nada yang dirasakan. Sedotan yang lebih pendek seharusnya menghasilkan gelombang suara dengan frekuensi yang lebih tinggi dibandingkan sedotan yang lebih panjang, sehingga sedotan yang lebih pendek seharusnya menghasilkan nada yang lebih tinggi daripada sedotan yang lebih panjang.
Hasil kegiatan yang mereka lakukan, sudah sesuai dengan teori frekuensi. Peluit yang dibuat dengan panjang sedotan 15 cm menghasilkan bunyi yang paling rendah. Sedangkan peluit dengan panjang sedotan 5 cm menghasilkan bunyi yang paling tinggi.

















