Kamis, Oktober 15, 2026
BerandaArtikel UmumKeutamaan dan Peristiwa Penting Bulan Rajab

Keutamaan dan Peristiwa Penting Bulan Rajab

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan istimewa dalam sejarah Islam. Beberapa peristiwa penting yang terjadi di bulan ini menunjukkan kemuliaannya. Peristiwa-peristiwa tersebut bukanlah kebetulan semata, melainkan menjadi bukti bahwa bulan Rajab memiliki keutamaan dalam agama Islam.
Ada beberapa peristiwa penting di bulan Rajab yaitu:

1. Pada bulan Rajab, Sayyidah Aminah binti Wahb sdang mengandung janin yang kelak diberi nama Muhammad. Setelah sembilan bulan mengandung, Sayyidah Aminah melahirkan Nabi Muhammad Saw. Pada bulan Rabi’ul Awwal. Kelahiran beliau adalah rahmat dari Allah untuk seluruh alam semesta.

2. Pada tanggal 27 Rajab, terjadi peristiwa Isra’ dan Mi’raj, salah satu mukjizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Peristiwa ini bukan berarti Allah berada di atas sehingga Rasulullah diperintah naik untuk menghadap-Nya. Para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah menegaskan bahwa Allah Maha Suci dari tempat dan arah. Maksud Isra’ dan Miraj adalah memuliakan Rasulullah, memperlihatkan keajaiban dan tanda kekuasaan Allah, serta menerima perintah shalat lima waktu.

3. Pada hari kesepuluh bulan Rajab tahun ke-9 Hijriah, terjadi Perang Tabuk.

4. Imam Syafi’i wafat pada bulan Rajab tahun ke-204 Hijriah dalam usia 53 tahun. Beliau dimakamkan di Kota Kairo, Mesir.

Anjuran beribadah umat islam

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan di bulan Rajab, termasuk puasa sunnah. Meskipun tidak ada hadits shahih yang secara khusus menyebutkan keutamaan puasa di bulan Rajab, hukum asal puasa tetap disunnahkan. 

Disebutkan dalam hadist Shahih Muslim, no. 1960:

Dari Utsman bin Hakim Al Anshari bahwa ia berkata: Saya bertanya kepada sahabat Sa’id bin Jubair mengenai puasa Rajab, dan saat itu kami berada di bulan Rajab. Maka ia pun menjawab: Saya telah mendengar Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma berkata: Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berpuasa hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan berbuka. Dan beliau juga pernah berbuka.

Dikutip dari: NU Online

Artikulli paraprakBack to Pondok & School
Artikulli tjetërYa Lal Wathon
RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!