Guru adalah seseorang yang “digugu dan ditiru” masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.
John Adams menyatakan, guru adalah pencipta manusia. Dia adalah dasar dari semua pendidikan, dan dengan demikian seluruh peradaban umat manusia, sekarang dan masa depan. Tidak ada rekonstruksi bangsa yang mungkin tanpa kerja sama aktif dari guru. “Dalam filosofi Bahasa Jawa, ‘guru’ diartikan sebagai ‘DIGUGU lan DITIRU’. Artinya seorang guru harus bisa dipercaya dan ditiru oleh muridnya,”.
Berbagai perilaku guru juga akan menjadi teladan bagi muridnya. “Sebagai contoh bagi muridnya, seorang guru harus selalu tepat waktu, sabar, suka bekerja sama dan ramah. Dengan demikian, sifat ini akan diserap oleh siswanya sehingga sifat baik ini tertanam dalam jiwa SDM Indonesia.”
Ki Hajar Dewantoro menanamkan filosofi guru, yaitu ‘Ing ngarso sung tulodo, Ing madya mangun karsa dan Tut wuri handayani’ yang memiliki arti: didepan memberi teladan, ditengah membangun kemauan, dan dibelakang memberi dorongan. Oleh karena prinsip penting ini menjadikan guru sebagai sosok yang sangat penting dalam kemajuan dan keberhasilan para muridnya.
Dengan selalu memberikan contoh langsung, teladan melalui sikap, karakter, tutur bahasa, adab dan tata Krama, akan menjadikan para murid lebih mudah untuk dibentuk menjadi lebih baik karena bercermin dari apa yang dilakukan oleh gurunya.
Semoga kita semua mampu menjadi sosok guru yang benar-benar bisa “digugu lan ditiru”.

















