Sahabatku
Coba simak potongan surat Al-Isra’ ayat 7

إِنۡ أَحۡسَنتُمۡ أَحۡسَنتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡۖ وَإِنۡ أَسَأۡتُمۡ فَلَهَاۚ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ ٱلۡأٓخِرَةِ لِيَسُ‍ُٔواْ وُجُوهَكُمۡ وَلِيَدۡخُلُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٖ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوۡاْ تَتۡبِيرًا

Artinya, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.”

Makna yang tersirat adalah ketika kita berbuat baik, itu artinya kita sedang berbuat baik untuk diri sendiri. Melakukan amalan2 baik untuk diri sendiri, menjalankan perbuatan mulia untuk diri sendiri, melakukan sesuatu yang baik dan sesuatu yang baik itu untuk diri sendiri.
Mengapa demikian? Sebab الله tidak membutuhkan amalan2 baik tersebut. Yang butuh diri kita sendiri.


Misal, kita berpuasa sebulan di bulan Ramadhan, kebaikannya akan kembali pada kita sendiri, keutamaan yg kita dapatkan akan kembali kepada diri kita, bukan kepada الله
Kita menjalankan salat tahajud setiap hari di sepertiga malam terakhir, dengan penuh pengorbanan harus bangun saat orang2 yang lain tengah terlelap dibalut selimut.

Lantas, siapa yang akan mendapatkan kebaikan, kita yang menjalankan sholat tahajud atau mereka yang terlelap dalam mimpi? Tentu saja kita yang menjalankan shalat tahajud lah yang akan mendapatkan keutamaan dari الله, doa-doanya tidak hanya didengar الله melainkan dikabulkan olehNya.
Sebagaimana dalam surat Ar-Rahman: 60 disebutkan; tidak ada balasan kebaikan, kecuali kebaikan pula.
Dan sebaliknya, saat kita melakukan keburukan, maka keburukan yang kita lakukan itulah sesungguhnya yang akan kembali kepada diri kita sendiri.
Kita tidak menjalankan amalan2 kebaikan yang الله tetapkan, tidak melakukan kebaikan perbuatan mulia, tidak juga menjalankan sesuatu yang baik, maka keburukannya akan didapat oleh diri kita sendiri.


Setiap doa yang kita panjatkan, seolah diacuhkan oleh الله. Setiap permohonan yang kita haturkan, seolah tidak didengar oleh الله. Kita dicuekin sama الله. Oleh sebab apa? Oleh sebab perbuatan buruk kita sendiri.