

Ungaran – Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMP An-Nur Ungaran berlangsung dengan kegiatan yang menarik melalui materi Mengkaji Penokohan dalam Cerita Fantasi. Dalam pembelajaran ini, siswa menyimak tayangan audiovisual cerita Rawa Pening.
Penggunaan media audiovisual menjadi salah satu upaya untuk menciptakan suasana belajar yang menarik dan membantu siswa memahami jalannya cerita. Melalui tayangan tersebut, siswa diajak mengamati tokoh-tokoh dalam cerita, mengenali watak masing-masing tokoh, serta memperhatikan tindakan dan dialog yang menggambarkan karakter mereka.
Cerita Rawa Pening mengisahkan asal-usul terbentuknya Rawa Pening di Jawa Tengah. Melalui kisah Baru Klinting dan tokoh-tokoh lainnya, siswa dapat mempelajari berbagai karakter serta memahami bagaimana perilaku tokoh memengaruhi jalannya cerita.
Dalam materi mengkaji penokohan, siswa belajar bahwa watak tokoh dapat diketahui melalui ucapan, tindakan, pikiran, dan tanggapan tokoh lain. Dengan menyimak cerita secara saksama, siswa diharapkan mampu mengidentifikasi sifat tokoh serta menunjukkan bukti yang mendukung penilaiannya.
Kegiatan ini juga melatih konsentrasi, kemampuan memahami isi cerita, dan berpikir kritis. Selain mempelajari unsur penokohan, siswa dapat mengambil pesan moral dari cerita Rawa Pening, seperti pentingnya menghargai sesama, tidak meremehkan orang lain, dan bersikap rendah hati.
Melalui pembelajaran yang memanfaatkan media audiovisual, Bahasa Indonesia diharapkan menjadi mata pelajaran yang semakin menarik dan bermakna. Siswa tidak hanya belajar memahami karakter tokoh dalam cerita, tetapi juga diajak mengambil nilai-nilai kehidupan yang dapat diterapkan dalam keseharian.

