SMP An-Nur Ungaran — Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IX SMP An-Nur Ungaran berlangsung dengan kegiatan yang menarik dan interaktif melalui praktik wawancara. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Teks Prosedur, dengan tujuan agar siswa tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan nyata.
Dalam kegiatan tersebut, siswa terlebih dahulu membentuk kelompok secara berpasangan. Setelah kelompok terbentuk, siswa kemudian membagi peran, yaitu menentukan siapa yang bertugas sebagai pewawancara dan siapa yang menjadi narasumber. Siswa yang berperan sebagai narasumber kemudian diberikan kebebasan untuk memilih dan memerankan profesi apa saja sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Setelah pembagian peran dan pemilihan profesi, siswa melakukan praktik wawancara. Salah satu siswa berperan sebagai pewawancara, sedangkan siswa lainnya menjadi narasumber. Mereka melakukan percakapan secara langsung dengan memperhatikan cara mengajukan pertanyaan, mendengarkan jawaban, serta mencatat informasi penting yang diperoleh dari wawancara.
Setelah melaksanakan praktik wawancara, siswa kemudian diarahkan untuk menyusun prosedur wawancara berdasarkan kegiatan yang telah mereka lakukan. Siswa mengidentifikasi tahapan-tahapan wawancara, mulai dari persiapan, menentukan tujuan dan pertanyaan, pembagian peran, pemilihan profesi narasumber, pelaksanaan wawancara, hingga mencatat dan menyimpulkan hasil wawancara.
Kegiatan ini membuat siswa memahami bahwa sebuah prosedur harus disusun secara runtut, logis, dan mudah dipahami. Pengalaman melakukan wawancara secara langsung menjadi bahan bagi siswa untuk menuangkan langkah-langkah kegiatan ke dalam bentuk teks prosedur.
Pembelajaran juga mendorong siswa untuk bekerja sama, berkomunikasi, percaya diri, serta bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Melalui praktik secara langsung, siswa dapat menghubungkan konsep teks prosedur dengan pengalaman yang mereka lakukan sendiri.
Dengan kegiatan praktik wawancara ini, pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IX SMP An-Nur Ungaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Siswa tidak hanya belajar mengenali struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur, tetapi juga mengalami, menyusun, dan mempraktikkan langkah-langkah suatu kegiatan secara langsung.
Melalui pembelajaran yang aktif dan berbasis pengalaman, siswa diharapkan semakin terampil dalam menyusun teks prosedur sekaligus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari.


















