Home Artikel Umum Guru Digital : Untuk Kelas yang Lebih Hidup | Pengimbasan Peralatan Digitalisasi...

Guru Digital : Untuk Kelas yang Lebih Hidup | Pengimbasan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran di SMP Kanaan

0
7

Digitalisasi Pembelajaran: Dari Media Interaktif berbantuan Canva, AI, dan Moodle untuk Kelas yang Lebih Hidup

Catatan pengimbasan di SMP Kanaan Ungaran, 14–15 Oktober 2026

Guru zaman sekarang dituntut serba bisa: menyiapkan media yang menarik, rencana pembelajaran yang rapi, video pemantik, sampai kelas daring. Kabar baiknya, semua itu kini bisa dikerjakan jauh lebih cepat dengan bantuan AI dan platform gratis. Di SMP Kanaan Ungaran, kegiatan pengimbasan digitalisasi pembelajaran selama dua hari (pukul 10.15–14.00 WIB) membahas persis hal itu. Berikut rangkuman materinya, lengkap dengan contoh yang bisa langsung ditiru.

Mulai dari PASTI

Pengimbasan diawali dengan masuk ke platform PASTI milik Direktorat SMP (Kemendikdasmen). Dari sini guru mengakses tugas-tugas pelatihan Optimalisasi Peralatan Digitalisasi Pembelajaran 2026 hingga memperoleh sertifikat 32 JP. Akun login diberikan oleh penyelenggara, jadi cukup siapkan data sekolah (NPSN) saat sesi berlangsung.

Hari 1

1. Membuat Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dengan Canva

MPI adalah media belajar berbentuk situs web interaktif yang bisa dibagikan lewat satu tautan. Langkahnya sederhana:

  1. Buka Canva (bisa memakai akun belajar.id atau Gmail biasa).
  2. Buka menu AI Canva (ikon titik tiga).
  3. Tempelkan prompt yang sudah disusun.
  4. Klik Publikasikan, lalu Salin link / Lihat situs web untuk membagikannya.

Kunci hasil yang bagus ada pada struktur prompt. Pengimbasan ini memakai kerangka Persona – Tugas – Format – Konteks:

  • Persona: “Kamu adalah guru mata pelajaran IPA kelas 8.”
  • Tugas: buatkan MPI untuk materi sistem peredaran darah yang berisi apersepsi, asesmen awal, materi pokok, simulasi, kuis, asesmen akhir, dan refleksi.
  • Format: tampilkan dalam bentuk poin-poin yang dapat dipilih.
  • Konteks: siswa kelas 8 SMP usia 13–14 tahun, dengan penjelasan tujuan tiap bagian.

Penjelasan tujuan tiap bagian inilah yang membuat hasilnya terarah:

Bagian MPI Tujuan
Apersepsi Membuat murid penasaran dan memancing pertanyaan, bukan menjelaskan
Asesmen awal Mengetahui pemahaman awal murid
Materi pokok Materi lengkap, dengan gambar dan grafik jika perlu
Kuis Pertanyaan yang menguatkan pemahaman
Asesmen akhir Mengukur pemahaman setelah belajar
Refleksi Menilai pemahaman secara mandiri, mengekspresikan kesan, dan menumbuhkan motivasi belajar

Contoh hasilnya: MPI Sistem Peredaran Darah.

2. Menyusun Rencana Pembelajaran dengan Bantuan AI

Setelah media jadi, rencana pembelajaran bisa dibuat selaras dengan media tersebut. Guru dapat memakai ChatGPT, Gemini, atau Claude. Triknya:

  • Siapkan contoh format rencana pembelajaran yang diinginkan sekolah.
  • Minta AI membuat dokumen “dengan format yang sama dan rapi”, sebutkan materinya, dan sertakan tautan MPI agar isinya menyesuaikan media.
  • Minta keluaran dalam bentuk Word.
  • Periksa hasilnya. Jika sudah sesuai, unduh dan gunakan sebagai acuan mengajar.

Perlu diingat, AI membantu menyusun draf, tetapi gurulah yang memastikan isinya cocok dengan kelas dan kurikulum.

Dokumentasi Hari ke-1 dapat dilihat pada drive :

https://drive.google.com/file/d/1vJ0pmQ-URi1Kl_fvAIKv_WCdciRjOk0p/view?usp=drive_link

Hari 2

3. Membuat Video Apersepsi dengan Bantuan AI

Hari kedua mengajak guru membuat video pemantik berdurasi 30 detik. Tahap pertama adalah meminta ide video dengan kerangka prompt yang sama. Syarat pentingnya: video diputar di awal pembelajaran, tujuannya memancing pertanyaan, dan tidak boleh memuat jawaban.

Dari beberapa ide yang ditawarkan AI, dipilih satu: “Mengapa jantung berdebar setelah berlari?” Ide ini dekat dengan pengalaman siswa dan memunculkan rasa penasaran secara alami.

Ide itu kemudian dipecah menjadi 6 scene berdurasi 5 detik (total 30 detik):

Scene Detik Adegan
1. Berlari mengejar waktu 00–05 Siswa berlari di lapangan sekolah
2. Napas terengah-engah 05–10 Siswa berhenti, membungkuk, mengatur napas
3. Ada yang berbeda 10–15 Tangan diletakkan di dada, ekspresi heran
4. Mencari petunjuk 15–20 Meraba denyut nadi di pergelangan tangan
5. Pertanyaan muncul 20–25 Wajah penasaran, kamera mendekat perlahan
6. Misteri di balik detak 25–30 Layar menggelap, muncul pertanyaan pemantik

Untuk setiap scene, AI juga diminta menuliskan prompt visual yang siap dipakai di generator video (dalam sesi ini memakai Meta AI Vibes, atau fitur klip video AI di Canva). Beberapa kunci prompt yang baik:

  • Tentukan rasio (9:16 untuk vertikal, 16:9 untuk lanskap, 1:1 untuk persegi) dan durasi.
  • Tetapkan gaya visual, misalnya dokumenter sains sinematik dengan palet biru keabuan dan cahaya hangat keemasan.
  • Deskripsikan tokoh yang sama di setiap scene supaya tampilannya konsisten.
  • Tulis larangan, seperti tanpa teks, tanpa logo, dan tanpa penjelasan anatomi, agar hasilnya bersih dan tetap berfungsi sebagai pemantik.

Narasi dibuat seminimal mungkin. Suara langkah kaki, napas, dan detak jantung sudah cukup membangun suasana. Di akhir video, tambahkan teks pertanyaan pemantik (“Mengapa jantungku berdetak lebih cepat setelah berlari?”) selama 3–4 detik dengan animasi fade-in sederhana.

Alur penyuntingan di Canva:

  1. Hasilkan video tiap scene lewat AI, unduh, dan beri nama sesuai urutan scene.
  2. Ulangi untuk scene 2 sampai 6.
  3. Dari beranda Canva, buat video baru dan gabungkan semua klip.
  4. Tambahkan suara melalui fitur Suara AI.
  5. Tambahkan teks dengan pilihan gaya yang sesuai.
  6. Bagikan atau unduh videonya, atau salin tautannya.

4. Membangun LMS dengan MooDIY Cloud

Terakhir, semua bahan ajar dikumpulkan dalam satu kelas daring. Platform yang dipakai adalah MooDIY Cloud, berbasis Moodle dan fungsinya mirip Google Classroom.

  1. Buka moodiycloud.com dan klik Start Free Moodle Site.
  2. Ikuti tahapan pendaftaran paket gratis sampai selesai.
  3. Isi nama situs (misalnya nama guru dan mata pelajaran) pada subdomain gratis, lalu Create Site dan masuk ke Dashboard.
  4. Login ke Moodle, buka My Courses, lalu Create Course.
  5. Isi data kursus dan susun isinya: penugasan, video pembelajaran, bahan ajar, dan lainnya.

Contoh kursus yang dibuat peserta: riza.moodiy.online.

Dokumentasi Hari ke-2 dapat dilihat pada drive :

https://drive.google.com/file/d/1mbwjb1n_F5S-SOJX29BRzElVeI5ala4F/view?usp=drive_link

Alur Lengkap dalam Satu Ringkasan

  1. MPI Canva sebagai media inti, dengan apersepsi sampai refleksi.
  2. Rencana pembelajaran yang dibuat AI dan selaras dengan MPI.
  3. Video apersepsi 30 detik sebagai pemantik di awal kelas.
  4. LMS Moodle sebagai wadah semua materi, tugas, dan video.

Tips Agar Hasil AI Lebih Baik

  • Gunakan kerangka Persona, Tugas, Format, Konteks dan jangan lupa menyebut jenjang serta usia siswa.
  • Jelaskan tujuan tiap bagian, terutama bahwa apersepsi memancing pertanyaan dan tidak memberi jawaban.
  • Hubungkan keluaran satu alat dengan alat lain, misalnya tautan MPI dimasukkan ke prompt rencana pembelajaran.
  • Baca ulang dan sesuaikan hasil AI. Dalam contoh pelatihan, AI sempat salah menangkap fokus materi dan perlu diarahkan kembali ke topik yang benar.
  • Jaga konsistensi tokoh dan gaya visual saat membuat video per scene.

Penutup

Digitalisasi pembelajaran tidak harus rumit atau mahal. Dengan Canva, asisten AI, dan Moodle gratis, seorang guru dapat menyiapkan paket pembelajaran lengkap hanya dalam dua hari. Selamat mencoba dan selamat menerapkan media pembelajaran berbasis digital di kelas masing-masing!

error: Content is protected !!