Khutbah Jum’at
AHLAN WA SAHLAN WA MARHABAN YA RAMADHAN
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ.
وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَام.
اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وعلى اله وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين.
أَمَّا بَعْدُ: … فَيَاأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ, اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَايَحْتَسِبُ
Kaum muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah,
Pada hari yang mulia, pada saat kita sedang melaksakan ibadah jum’at ini saya mengajak kepada hadirin sekalian untuk selalu bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan Allah Swt. kepada kita. Sehingga pada saat ini kita diberikan kemampuan untuk hadir memenuhi panggilan Allah dan melaksakann kewajiban kita beribadah pada hari jum’at. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi akhiruzzaman Muhammad Saw. yang telah membawa dan mengeluarkan kita dari alam gelap gulita menuju alam terang benderang dengan sinar dan pancaran Ilahi Rabbi, dan semoga tercurah pula kepada keluarga dan para sahabatnya serta kepada para pengikutnya yang setia dan taat mengikuti sunnahnya hingga yaumil qiyamah.
Selanjutnya khatib berpesan, marilah kita tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt. dengan sebenar-benarnya takwa, berusaha untuk senantiasa melakukan kebaikan dan meninggalkan segala bentuk kejahatan dan maksiat.
Kaum muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah
Jum’at hari ini adalah jum’at terakhir di bulan Syakban tahun 1445 H/2024 M. Insya Allah beberapa hari lagi kita akan berjumpa dengan tamu agung dan istimewa, Ramadhan yang mulia. Kita harus tetap optimis dengan penuh keyakinan bahwa doa yang senantiasa kita panjatkan, baik secara berjamaah maupun sendirian sejak datangnya bulan Rajab akan didengarkan dan dikabulkan Allah Swt. Doa yang kita panjatkan tersebut adalah:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ
Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan (HR. Ahmad).
Kita memohon kepada Allah Swt. keberkahan pada tiga bulan berturut-turut yakni bulan Rajab, Sya’ban dan bulan Ramadhan. Pada ketiga bulan tersebut terdapat keistimewaan yang luar biasa dan fadhilah yang agung. Apabila kita beramal dengan meningkatkan amal shaleh di dalamnya, sebagaimana sering kita mendengarkan uraian dari para muballigh, khatib atau bahkan melalui kajian Islam.
Atau kita berdoa dengan redaksi sedikit berbeda dengan teks doa tersebut diatas, yakni doa yang diambil dari periwayatan Imam Thabrani dan Baihaqi sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ
Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami (sampaikanlah umur kami) dengan bulan Ramadhan.
Kaum muslimin rahimakumullah
Meresapi makna dari doa yang dinukil dari dua redaksi dengan periwayat yang berbeda tersebut di atas, mengindikasikan bahwa Rasulullah Saw. pernah menuturkannya dan mengajarkannya kepada para sahabat. Tatkala kita membacakannya atau dibacakan secara terpimpin maka hal tersebut merupakan sebuah keshalehan yang tercermin dari masing-masing individu. Kedua doa tersebut di atas menyadarkan dan mendorong kita untuk mengingat betapa orang-orang shaleh terdahulu senantiasa berharap dan menyambut Ramadhan jauh-jauh hari sebelumnya.
Apabila memasuki bulan Ramadhan yang agung, mereka mulai membacakannya dengan penuh harap, mereka sangat menginginkan pertemuan dengan bulan mulia tersebut, dan saat-saat yang diharapkan tersebut datang mereka mengucapkan ahlan wa sahlan wa marhaban ya Ramadhan. Bahkan Rasulullah Saw., sambil menatap bulan tsabit tanggal 1 Ramadhan beliau berucap:
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللّٰهُ
Ya Allah, tampakkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.
Kaum muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah
Kemudian, apabila telah datang bulan suci Ramadhan, lalu apakah akan dibiarkankan begitu saja? bagaimana cara menyambutnya? Setidak-tidaknya ada beberapa amaliah yang bisa kita lakukan untuk persiapan menyambut bulan Ramadhan tersebut, diantaranya:
Pertama, Membersihkan diri dari segala penyakit ruhani atau jiwa, dalam pembelajaran akhlak dan akidah sering disebut tazkiyatunnafs, dengan membersihkan jiwa atau rohani tersebut diharapkan akan lahir niat ikhlas dalam beribadah, terutama beribadah dalam mengisi bulan suci Ramadhan. Beribadah pada bulan suci Ramadhan bukan hanya semata-mata mencari dan menumpuk pahala, akan tetapi mencari rahmat, ampunan dan ridha Allah Swt.
Enyahkanlah sifat-sifat yang dapat merugikan diri sendiri seperti syirik, nifak (munafik), hasad, iri dan dengki dan bersiaplah jiwa kita untuk diisi dengan pundi-pundi amal yang dapat mendatangkan ridha Allah Swt. Amaliah tersebut terkumpul kebaikannya pada bulan suci Ramadhan, jangan disia-siakan kehadirannya, kita sambut dengan penuh harap. Marhaban Ya Ramadhan.
Kalau kita melaksanakan amaliah Ramadhan, namun kemusyrikan masih bersemayam dalam jiwa, maka jangan diharap amaliah tersebut menjadi bekal kita pada saat menghadap Allah Swt. Karena amaliyah tersebut akan hilang dan terhapus. Perhatikan firman Allah Swt. dalam surat Az-Zumar ayat ke-65:
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
Kedua, Bersungguh-sungguhlah, bermujahadahlah dalam beribadah. Dengan demikian penyakit-penyakit rohani yang bersemayam dalam jiwa akan sirna. Betapa indahnya apabila Ramadhan tiba, hati dan jiwa kita benar-benar sudah bersih dan hati kita sudah ikhlas sehingga menapaki hari demi hari di bulan Ramadhan benar-benar menjadi ringan, senang dan bahagia. Analoginya, manakala rumah kita akan kedatangan tamu yang mulia dan kita harapkan kedatangannya, kemudian kita siapkan dengan ruangan tamu yang kondusif aman dan nyaman, memakai wewangian dalam ruangan, maka hati kita akan senang dan lapang menyambut kedatangannya. Begitulah jiwa orang Islam yang beriman tatkala menyambut bulan Ramadhan. Marhaban Ya Ramadhan.
Bersungguh-sungguh dalam melakukan amaliah Ramadhan ini akan berbuah ampunan dan ridha Allah Swt.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Bukahari dan Muslim)
Jamaah jum’at yang dirahmati Allah,
Ketiga, sambutlah bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan datang menghampiri kita, dengan persiapan ilmu yang mumpuni, agar melaksanakan amaliah di dalamnya benar-benar efektif, jangan bosan kita mendengarkan taushiah-taushiah tentang pemahaman puasa, baik tentang keutamaannya, rukun, sunnah dan perihal yang membatalkan puasa, serta amaliah lain di dalamnya. Tentang ibadah shalat tarawih, witir di bulan Ramadhan, i’tikaf, langkah dan tatacara menggapai malam kemuliaan Lailatu Qadr dan sebagainya.
Berikhtiarlah untuk selalu berusaha mengetahui dan memahami hukum-hukum Allah dan berusaha mengamalkannya, sampai Allah Swt. memberikan kemudahan untuk meraih sedikit ilmu yang diberikan kepada manusia:
مَنْ يُرِدِ اللّٰهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ
Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan kebaikan maka ia difahamkan tentang (ilmu) agama (Bukhari dan Muslim)
Keempat, Setelah mempersiapkan rohani dan persiapan ilmu, maka persiapkan pula jasad kita atau fisik kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan datang menghampiri kita. Ibadah pada bulan Ramadhan memerlukan fisik yang baik, maka tanpa persiapan yang matang pasti akan terkejut dan kaget dan ibadahpun tidak akan berjalan normal.
Ibadah Ramadhan, terutama puasa merupakan ibadah yang berbeda dengan siklus ibadah pada bulan lainnya selain Ramadhan, terutama makan dan minum dialihkan waktunya menjadi malam.
Walaupun kita sedang berpuasa, diharapkan tetap produktif dengan pekerjaan kita masing-masing. Pada bulan Ramadhan kita akan melakukan ibadah dalam porsi yang lebih lama dari sebelumnya, seperti shalat tarawih. Oleh karenanya sangat diperlukan fisik yang sehat dengan cara berolah raga secara teratur, menjaga kesehatan badan, dan kebersihan lingkungan. Maka yakinlah akan bertemu akal bersanding dengan hukum syar’i:
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللّٰهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ
Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)
Kaum muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah,
Persiapan-persiapan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tersebut, tentunya masih banyak yang harus dipersiapkan demi kesempurnaan ibadah kita di bulan suci Ramadhan yang akan datang. Namun kiranya empat persiapan tersebut menjadi persiapan pokok yang harus kita aplikasikan selama bulan Ramadhan.
Semoga dengan upaya kita mempersiapkan diri dalam menyambut Ramadhan 1445 H./2024 M. Allah Swt. berkenan mempertemukan kita dengan Ramadhan yang hanya tinggal beberapa hari lagi, lalu Allah Swt., memberikan hidayah, inayah dan taufik-Nya kepada kita untuk mendapatkan keberkahan Ramadhan tersebut. Selama sebulan penuh kita beramal di bulan mulia, disertai dengan rahmat dan anugerah ampunan Allah Swt., sehingga kita dijadikan pribadi-pribadi yang senantiasa dinaungi ridha-Nya dan mendapat predikat manusia bertakwa disisi-Nya. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ





















