Rabu, Oktober 14, 2026
BerandaBeritaKenali Kandungan Gizi yang Kalian Makan!

Kenali Kandungan Gizi yang Kalian Makan!

Apa itu gizi?

Menurut Ida Purmowati, Diana H, Cahyo Gizi diartikan sebagai salah satu komponen yang membangun tubuh seorang manusia. Menurut mereka, gizi adalah zat yang memiliki berbagai fungsi untuk kelangsungan hidup manusia. Diantaranya berfungsi untuk meningkatkan proses pertumbuhan, menjaga dan memulihkan jaringan tubuh.

Seorang ahli kimia Prancis, Megendie, pada abad ke-19 telah dapat membedakan zat gizi dalam bahan makanan, yaitu protein, lemak, dan karbohidrat. Pada tahun 1934, Prof. Poerwo Soedarmo atau dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia berhasil memperkenalkan promosi gizi yang baik dengan istilah “Empat Sehat Lima Sempurna”.

Materi Gizi dipelajari pada mata pelajaran IPA di kelas VIII (SMP) kurikulum merdeka. Di SMP An Nur Ungaran, anak-anak dihimbau untuk menyimpan bungkus makanan yang telah mereka makan dengan syarat bungkus yang terdapat komposisi dan nilai gizinya. Mereka diminta untuk mengamati dan menuliskan komposisi makanan yang telah mereka makan, kemudian mengelompokkan jenis nutrisi ataupun zat aditif yang terkandung di dalam makanan tersebut. Mereka sangat semangat dan antusias dalam pembelajaran.

 

Mereka dihimbau untuk mengelompokkan jenis zat aditif yang terkandung pada makanan yang telah mereka konsumsi, baik zat aditif alami maupun buatan. Setelah selesai mengelompokkan jenis nutrisinya, mereka diminta untuk mengamati dan menganalisis nilai gizi yang ada pada bungkus makanan mereka. Ada yang mengatakan kandungan lemaknya lebih besar dibandingkan kandungan proteinnya, ataupun sebaliknya. Ada juga yang mengatakan bahwa makanan yang mereka makan tidak ada kandungan proteinnya, yang ada hanyalah kandungan lemak dan karbohidrat saja. Dari pengamatan itu, mereka tahu mana makanan yang baik dikonsumsi oleh tubuh secara terus-menerus maupun tidak. Seiring berjalanannya waktu pembelajaran, banyak yang mereka ingin ketahui lebih dalam tentang zat gizi pada makanan yang telah mereka makan selama ini.

Untuk pengetahuan tambahan mereka, di buku paket IPA terdapat berbagai gambar makanan yang pernah mereka makan. Seperti gado-gado, burger, nasi rames, buah-buahan, mie instan, dan gorengan. Banyak dari mereka yang suka makan gorengan dan mie instan, ketika diberikan pertanyaan makanan mana yang paling mereka sukai dan konsumsi. Mereka tahu bahwa makanan yang mereka pilih tidak baik bagi kesehatan tubuh jika sering dikonsumsi, akan tetapi mereka sadar bahwa tidak bisa jauh dengan gorengan sesuai ciri khas masyarakat indonesia.

Ada pertanyaan yang terlintas dari pemikiran santri perempuan yaitu terkait cara yang baik untuk diet. Mengingat masa-masa mereka adalah masa pertumbuhan, sebelum menjawab pertanyaan dari mereka, kita belajar terlebih dahulu tentang IMT (Indeks Massa Tubuh) seseorang. Apakah orang itu dikatakan kurus, normal, obesitas rendah, maupun obesitas tinggi. Rumus menghitung IMT adalah massa tubuh seseorang dibagi tinggi badan kuadrat. Mereka sudah tahu berapa berat badan dan tinggi badan mereka melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh puskesmas pada hari Kamis, 24 Agustus 2023. Setelah dihitung IMT masing-masing santri, ternyata banyak dari mereka yang mempunyai berat badan normal, walaupun masih banyak juga yang kurus. Untuk santri yang terhitung obesitas hanya beberapa saja. Siswa yang bertanya terkait cara diet yang baik ternyata memiliki IMT yang normal/ideal, jadi tidak diperlukan untuk diet.

Pada hari Kamis, 29 Agustus 2023 santri putri ada sosialisasi tentang Nilai Gizi dan penyakit Anemia dari puskesmas.

Dari sosialisasi tersebut mereka diberi pertanyaan terkait IMT. Karena mereka ingat pernah mempelajari hal tersebut, serempak mereka menjawab “tahu” terkait nilai IMT mereka masing-masing.

Selain membahas masalah Nilai Gizi, dari puskesmas juga membahas tentang penyakit Anemia. Penyakit akibat gangguan darah yang ditandai dengan jumlah sel darah merah yang rendah atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Hal ini sering terjadi pada wanita, karena wanita mengalami masa menstruasi. Oleh karena itu, selain sosialisasi, pihak dari puskesmas melakukan kegiatan minum obat penambah darah secara serempak bersama santri putri SMP An Nur Ungaran. Hal biasa jika ada santri yang tidak bisa minum obat jika berupa tablet. Akan tetapi santri senior mengajarkan berbagai cara yang dapat dilakukan agar obat dapat tertelan dengan mudah. Hal tersebut membuktikan bahwa kekeluargaan antar santri SMP An Nur Ungaran terjaga dengan baik.

 

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!