Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda mikroskopis atau benda yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia secara langsung/telanjang. Mikroskop diciptakan oleh seorang ilmuan Inggris yang bernama Robert Hooke pada tahun 1663. Pada tahun 1674 seorang ilmuan asal Belanda bernama Antonie Van Leeuwenhoek juga menciptakan mikroskop. Antonie sangat terkejut melihat berbagai macam organisme dengan menggunakan mikroskop buatannya. Meski pada saat itu belum ada alat-alat yang canggih, para ilmuan berlomba-lomba untuk menciptakan mikroskop serta mengamati makhluk hidup yang ada disekitarnya (Okky Fajar dkk., 2021 : 5)

Santri di SMP An Nur Ungaran pun demikian, walaupun dibekali hanya dengan 1 mikroskop saja, mereka antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran IPA. Dari sini, mereka belajar untuk memahami, saling bekerjasama, toleransi, dan sabar. Dengan keterbatasan alat yang tersedia di laboratorium IPA, santri SMP An Nur Ungaran tidak ada kata menyerah, patah semangat, atau bahkan tidak rela mengantri untuk melihat penampakan yang ada pada mikroskop. mereka antusias dalam mencoba mengenal bagian-bagian mikroskop, mengamati fungsi-fungsi yang dijelaskan oleh guru, serta dapat secara berkelompok mengganti preparat yang telah disediakan kemudian menggambar hasil dari penglihatan yang dilakukan menggunakan mikroskop tersebut.

Mikroskop ada 2 jenis yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. mikroskop cahaya adalah mikroskop yang menggunakan cahaya yang merambat melalui lensa untuk menghasilkan suatu bayangan yang diperbesar, sedangkan mikroskop elektron adalah mikroskop yang menggunakan sinar atau radiasi dari elektron. mikroskop cahaya dibagi menjadi dua jenis, yaitu mikroskop monokuler (memiliki 1 lensa okuler) dan mikroskop binokuler (memiliki 2 lensa okuler).

SMP An Nur Ungaran sendiri memiliki mikroskop cahaya dengan jenis monokuler (1 lensa okuler) yang jumlahnya hanya satu. Santri diberikan kesempatan untuk mengamati, mengganti, kemudian menggambarkan apa yang telah mereka lihat dengan preparat yang telah disediakan. pertemuan selanjutnya, mereka diminta untuk mencari akar, batang, daun, dan tangkai yang ada di sekitar lingkungan Pondok Pesantren An Nur Ungaran, kemudian diamati menggunakan mikroskop satu-persatu, kemudian hasilnya digambarkan di buku tugas mereka masing-masing. banyak dari mereka yang sangat antusias untuk melihat serta menggambarkan hasil penglihatannya menggunakan mikroskop, bahkan banyak santri perempuan yang mewarnai hasil gambar tersebut, sehingga terlihat sama persis dengan yang mereka lihat menggunakan mikroskop.


















